FAKTOR KEBERHASILAN PT. UNILEVER, Tbk.

Kebijakan deviden merupakan penentuan seberapa besar laba akan dibagikan kepada para pemegang saham sebagai deviden dan seberapa besar laba tersebut akan ditahan. Resiko keuangan dan resiko bisnis suatu perusahaan akan tergantung sejauh mana perusahaan memiliki biaya tetap sebagai akibat dari penggunaan leverage keuangan. Pada perusahaan yang sudah go publik, harga dari saham yang diterbitkannya cenderung menjadi tolok ukur keberhasilan di dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan dan memakmurkan kekayaan para pemegang sahamnya. Perusahaan dikatakan tumbuh jika tingkat keuntungan yang diperoleh lebih besar dari keuntungan yang dinikmati oleh investor. Suatu alat analisis finansial adalah tingkat pertumbuhan yang berkesinambungan. Ukuran ini menunjukan besarnya tingkat pertumbuhan maksimal yang dapat dipertahankan apabila perusahaan hanya menggunakan modal sendiri.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keterkaitan kebijakan deviden apakah memiliki hubungan dan pengaruh atau tidak terhadap resiko keuangan, resiko bisnis, harga saham serta pertumbuhan laba. Apabila di dalam proses penelitian ditemukan tidak adanya hubungan dan pengaruh dari kebijakan deviden, maka akan di cari penyebabnya serta di cari faktor-faktor lainnya yang kemungkinan memiliki hubungan dan pengaruh terhadap resiko keuangan, resiko bisnis, harga saham serta pertumbuhan laba. Objek dari penelitiannya adalah kebijakan deviden, resiko keuangan, resiko bisnis, harga saham serta pertumbuhan laba dari studi kasus PT. Mandom Tbk., PT. Unilever Tbk., dan PT. Indofood Tbk.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada PT. Mandom Tbk kebijakan deviden memiliki hubungan dan pengaruh yang negatif terhadap resiko keuangan, resiko bisnis, harga saham serta pertumbuhan laba. Dan pengaruhnya tidak signifikan/ tidak nyata/ dapat diabaikan terhadap resiko keuangan, resiko bisnis, harga saham serta pertumbuhan laba perusahaan, dengan tingkat signifikansi masing-asing sebesar .731, .514, .238, dan .602. Pada PT. Unilever Tbk kebijakan deviden memiliki hubungan dan pengaruh yang positif terhadap resiko keuangan, dan negatif terhadap resiko bisnis, harga saham serta pertumbuhan laba. Dan pengaruhnya tidak signifikan/ tidak nyata/ dapat diabaikan terhadap resiko keuangan, resiko bisnis dan harga sahamnya, dengan tingkat signifikansi masing-masing sebesar .483, .509, dan .479. Namun pengaruhnya signifikan/ nyata/ tidak dapat diabaikan terhadap pertumbuhan laba perusahaan, dengan tingkat signifikansi sebesar .000. Pada PT. Indofood Tbk kebijakan deviden memiliki hubungan dan pengaruh positif terhadap resiko keuangan dan harga sahamnya, dan negatif terhadap resiko bisnis dan pertumbuhan laba. Dan pengaruhnya signifikan/ nyata/ tidak dapat diabaikan terhadap pertumbuhan laba dan harga sahamnya, dengan tingkat signifikansi masing-masing sebesar .011 dan .021, namun memiliki pengaruh yang tidak signifikan/ tidak nyata/ dapat diabaikan terhadap resiko keuangan dan resiko bisnis perusahaan, dengan tingkat signifikansi masing-masing sebesar .329 dan .162.
Hasil evaluasi dalam penelitian ini adalah bahwa resiko keuangan, resiko bisnis, harga saham serta pertumbuhan laba tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kebijakan deviden yang diterapkan namun ada faktor lainnya yang dapat mempengaruhi seperti faktor makro dan mikro ekonomi. Faktor makro ekonomi, misalnya seperti kondisi perusahaan, inflasi, tingkat suku bunga yang tidak stabil, kondisi perekonomian dan keamanan suatu negara. Faktor mikro ekonomi, misalnya seperti banyaknya industri sejenis/ persaingan industri, konsumen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s